Your message has been sent, you will be contacted soon

Call Me Now!

Close
Home » Berita Kampus » SEMINAR TILAWAH SEBUAH KAJIAN KEINDAHAN AL-QUR’AN

SEMINAR TILAWAH SEBUAH KAJIAN KEINDAHAN AL-QUR’AN

Exif_JPEG_420

Semarang, 21-3-2017. Unit Kegiatan Mahasiswa Jam’iyyatul Qurra’ Walhuffadz Fakultas Syari’ah dan Hukum (JQH eL-Fasya) menyelenggarakan Seminar Tilawah dalam rangkaian Harlah JQH eL-Fasya Ke-23. Seminar yang bertempat di Auditorium 2 UIN Walisongo tersebut dipenuhi dengan materi yang berkaitan dengan ilmu tilawah, termasuk pengenalan lagu-lagu tilawah yang popular digunakan. M. Sholihul Hadi, qari’ internasional asal Kudus sekaligus sebagai pembicara dalam seminar tersebut banyak memberikan pengalaman dalam hal tilawah, termasuk pengenalan lagu-lagu popular.

Acara dimulai pukul 08.50 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara. Dilanjutkan duet tilawah oleh beberapa anggota JQH yang dilantunkan dengan merdu. Duet tilawah pembukaan pada acara ini terbilang inovatif, sebab dilakukan oleh tiga orang sekaligus. Biasanya duet tilawah hanya dilakukan berdua. Setelah itu, ketua panitia Harlah memberikan sambutan yang intinya adalah ucapan terimakasih kepada para peserta yang menyempatkan diri menghadiri seminar tilawah ini dan permohonan maaf atas kekurangan yang timbul, baik dalam hal penyambutan hingga hal-hal yang dirasa kurang nyaman.

Acara inti dimulai pukul 10.20 langsung dipandu oleh Fajri Zulia Ramdhani, sebagai moderator dan pemandu diskusi. Sholihul Hadi, dalam uraian materinya menjelaskan bahwa sebelum belajar ilmu tilawah, alangkah baiknya terlebih dahulu mengetahui macam-macam lagu yang populer dipakai secara umum. Lagu-lagu yang dimaksud berjumlah tujuh, antara lain Bayati, Shoba, Hijaz, Nahwand, Rosta, Syikah, dan Jiharkah. Masing-masing lagu memiliki tingkatan nada mulai yang tinggi hingga terendah.

Untuk memudahkan para peserta yang ingin belajar tilawah, umumnya si qori’ menggunakan rumus nadzom yang berjumlah 7 (tujuh) untuk memudahkan peserta. Namun ada yang unik dari pembicara. Beliau tidak menggunakan 7 (tujuh) nadzom pada umumnya, yang dimulai dengan lafadz, “Nurun Nabi”, namun beliau memiliki rumus 7 (tujuh) nadzom yang dibuat sendiri yang diambil dari sya’ir shalawatan.

Para peserta terlihat antusias mengikuti acara seminar ini walaupun sebagian dari mereka ada yang belum mempunyai dasar tilawah. Hal ini terlihat ketika peserta banyak yang memberanikan diri untuk mencoba lagu yang diajarkan pembicara satu persatu. Banyak juga yang bertanya setelah pemaparan materi selesai. Seminar ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa UIN Walisongo saja, terdapat pula beberapa mahasiswa asal IAIN Surakarta dan beberapa mahasiswa dari Universitas Padjadjaran Semarang.

Acara berakhir pada pukul 12.45 WIB ditandai dengan pemberian kenang-kenangan dari panitia kepada pembicara. “seminar tilawah ini sangat menarik, selain menambah pengetahuan tentang lagu tilawah, juga menambah wawasan mengenai metode belajar tilawah yang menyenangkan.” Ungkap salah seorang peserta. Zulia, moderator dalam seminar tersebut turut berkomentar, “saya sangat senang atas antusias peserta yang jumlahnya telah mencapai target, 100 lebih peserta. Dan ini merupakan pencapaian yang luar biasa menurut saya.” (J/Auzi’ni)